Apa yang Dimaksud Dengan Limbah Medis Biohazard

Apa yang Dimaksud Dengan Limbah Medis Biohazard

Jenis limbah medis biohazard perlu diketahui terutama bagi tenaga medis yang bekerja di rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun pelayanan kesehatan lainnya. Hal ini tentunya dilakukan untuk menghindari kesalahan pada saat membuang sampah medis setelah pemakaian alat medis tersebut. Perlu diketahui bahwa jumlah limbah medis yang berasal dari fasilitas kesehatan diperkirakan semakin lama semakin meningkat. Di Indonesia, jumlah limbah medis meningkat sebanyak 30 persen, terutama pada masa Pandemi Covid-19.

Ada beberapa kategori limbah medis, salah satunya adalah biohazard. Tak hanya tenaga kesehatan, ada baiknya masyarakat umum juga perlu mengetahui apa itu limbah medis beserta kategorinya, terutama limbah medis biohazard. Jika masih belum paham, simak penjelasannya pada artikel di bawah ini.

Limbah Medis Biohazard

Limbah medis biohazard adalah limbah yang dihasilkan dari upaya medis seperti rumah sakit, puskesmas, dan poliklinik adalah jenis limbah yang termasuk dalam kategori biohazard. Jenis limbah ini sangat membahayakan lingkungan, karena terdapat buangan virus, bakteri maupun zat-zat berbahaya lainnya, sehingga harus dimusnahkan dengan cara dibakar di incinerator dalam suhu di atas 800oC. Limbah jenis ini juga termasuk dalam 15 persen golongan limbah berbahaya, yang harus diperhatikan pengolahannya untuk mencegah penyebaran penyakit.

Limbah Medis Biohazard

Biohazard sendiri adalah organisme atau zat yang berasal dari organisma, yang dapat menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia. Hal ini dapat mencakup seperti limbah medis, sampel virus, mikroorganisma atau racun yang memiliki dampak buruk terhadap kesehatan manusia dan hewan.

Apa Saja Contoh Limbahnya?

Contoh peralatan rumah sakit yang termasuk dalam limbah medis biohazard seperti berikut ini

  • Jarum suntik
  • Pisau bedah
  • Pecahan kaca
  • Jarum
  • Staples, dan 
  • Peralatan infus gergaji

Benda-benda diatas tadi merupakan materi yang dapat menyebabkan luka iris atau luka tusuk. Peralatan berupa benda tajam tadi kemungkinan besar sudah terkontaminasi oleh darah, cairan tubuh, bahan mikrobiologi, hingga bahan beracun atau radioaktif. 

Baca Juga:

Prosedur Pengolahan Limbah Medis B3 di Fasilitas Kesehatan

Cara Mengelola Limbah Medis Biohazard

Limbah medis tidak sama seperti limbah kebanyakan. Limbah medis dapat menimbulkan bahaya yang sangat serius jika tahapan pengelolaan tidak dilakukan secara benar. Tidak hanya berdampak pada lingkungan, orang-orang seperti petugas kesehatan, pasien, petugas pengumpulan dan pembuangan limbah juga berisiko tinggi tercemar oleh limbah yang satu ini.

Lantas, bagaimana cara mengelola limbah medis yang benar? berikut beberapa cara untuk mengelola limbah medis dirilis dari Medical Waste.

  • Sampah umum seperti tisu, kapas dan bahan yang tidak terkena limbah infeksius harus digabung bersama sampah biasa lainnya untuk dibuang.
  • Benda tajam harus digabung, baik itu terkontaminasi atau tidak dan harus segera dimasukan ke dalam wadah anti bocor (terbuat dari logam dan tidak tembus).
  • Kantung dan wadah untuk limbah infeksius harus ditandai dengan lambang zat infeksius atau biohazard.
  • Limbah yang sangat menular harus segera disterilkan dengan autoklaf.
  • Limbah sitotoksik harus dikumpulkan dalam wadah yang kuat dan anti bocor dengan jelas dan diberi label “Limbah sitotoksik”.
  • Obat-obatan kadaluarsa atau kadaluarsa yang tersimpan di bangsal atau departemen rumah sakit harus dikembalikan ke apotek pembuangan.
  • Limbah infeksius radioaktif tingkat rendah seperti apusan, jarum suntik untuk penggunaan diagnostic atau terapeutik dapat dikumpulkan dalam kantong atau wadah kuning jika ini ditujukan untuk pembakaran.

Dalam melakukan pengelolaan limbah medis, ada baiknya terutama bagi anda yang bekerja sebagai tenaga medis untuk memperhatikan tata cara pengelolaan limbah medis. Misalnya dengan memilih menggunakan safety box yang ramah lingkungan.

Safety Box Binmed bisa menjadi solusi pembuangan limbah medis tajam. Terdapat dua ukuran Safety Box Binmed, yaitu 5 dan 11 liter. Safety Box Binmed dapat menampung benda-benda tajam seperti jarum suntik pasca tindakan medis sebelum dilakukan pembuangan limbah medis di incenerator. Untuk mendapatkan Safety Box Binmed, anda bisa menghubungi tim kami sekarang juga. Tim kami dengan senang akan membantu menjawab apapun mengenai layanan yang kami tawarkan. 

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published.