Urgensi Penanganan Limbah Medis Vaksinasi COVID-19

Tahukah kamu bahwa saat ini cakupan vaksinasi nasional telah berjalan dengan baik? Bahkan kedepannya diperkirakan akan meningkat secara eksponensial. Menurut data Kementrian Kesehatan, hingga 18 Januari 2022, lebih dari 300 juta vaksin atau 72% dari total target 416,4 juta suntikan telah diberikan kepada masyarakat. Selain itu, dalam merespon kenaikan kasus varian baru, pemerintah berencana untuk terus meningkatkan pemberian vaksinasi COVID-19 baik primer maupun booster. Tentu saja peningkatan pemberian vaksinasi COVID-19 adalah kabar yang baik. Namun, hal ini membawa dampak kerugian berupa peningkatan jumlah limbah medis vaksinasi COVID-19 berbahaya terkait vaksinasi terutama jarum suntik yang membawa risiko cukup potensial untuk menimbulkan infeksi selama penanganan dan pembuangannya. Oleh karena itu, dalam menanggapi pandemi ini perlu diperhitungkan bagaimana pengelolaan limbah medis yang tepat dari awal hingga akhir.

Limbah medis vaksinasi COVID-19

Cara Mengelola Limbah Medis Vaksinasi COVID-19

Fasilitas kesehatan yang menghasilkan limbah medis khususnya akibat dari COVID-19 yang tergolong sebagai limbah infeksius harus ditangani menurut ketentuan dan pedoman pemerintah. Mengacu pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.SE.2/MENLHK/PSLB3.3/PLB.3/3/2020, limbah infeksius yang berasal dari pelayanan kesehatan perlu dilakukan langkah-langkah penanganan sebagai berikut.

  1. Melakukan penyimpanan limbah infeksius dalam kemasan yang tertutup paling lama 2 (dua) hari sejak dihasilkan;
  2. Mengangkut dan/atau memusnahkan pada pengolahan Limbah B3;
    1. Fasilitas insinerator dengan suhu pembakaran minimal 800C; atau
    2. Autoclave yang dilengkapi dengan pencacah (shredder);
  3. Residu hasil pembakaran atau cacahan hasil autoclave dikemas dan dilekati simbol  “Beracun” dan label Limbah B3 yang selanjutnya disimpan di Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 untuk selanjutnya diserahkan kepada pengelola Limbah B3.

Penyimpanan Limbah Medis

Penempatan limbah medis ke dalam wadah yang sesuai merupakan langkah awal yang perlu diperhatikan dalam menangani limbah infeksius.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan limbah medis :

  1. Limbah kesehatan yang tidak berbahaya harus dipisah dari limbah infeksius. Jika kedua jenis limbah tersebut dicampur, maka limbah campuran tersebut dianggap berbahaya.
  2. Limbah medis tajam harus ditempatkan dalam wadah tahan tusukan. Biasanya, terbuat dari logam, plastik berdensitas tinggi, atau kardus padat dengan lapisan plastik. Kemudian wadah tersebut harus hanya dapat terisi hingga (3/4) penuh saja.
  3. Limbah infeksius perlu ditempatkan dalam wadah anti bocor sesuai dengan jenis bahannya dan mempunyai lambang biohazard.
  4. Limbah yang sangat infeksius harus disterilkan pada suhu tinggi dan tekanan tinggi (autoclaving) dan ditempatkan dalam wadah yang mendukung proses ini.

Label wadah limbah medis harus mencantumkan deskripsi yang jelas mengenai limbah yang terkandung di dalamnya bersama dengan simbol yang diakui secara internasional. Wadah penyimpanan harus disegel rapat, cocok untuk transportasi ke tujuan akhir limbah, mempertimbangkan agresor lingkungan, dan kondisi normal penanganan & transportasi.

Area Penyimpanan Limbah Medis dapat Melihat Ketentuan Berikut Ini:

Dengan mempertimbangkan isi, jumlah, dan frekuensi pengumpulan limbah, semua wadah limbah medis infeksius ini harus disimpan di ruangan yang terpisah dari bahan tidak berbahaya. Selain itu, fasilitas penyimpanan limbah harus memperhatikan hal-hal berikut :

  1. Lantai tempat penyimpanan limbah harus kedap air, mempunyai sistem drainase yang baik, dan mudah di desinfeksi.
  2. Memberikan kemudahan akses untuk staf dan kendaraan pengumpul limbah.
  3. Terlindungi dari matahari.
  4. Memiliki pencahayaan dan ventilasi yang baik.
  5. Tidak boleh berada di dekat area dekat makanan.
  6. Terjaga dari akses yang dilarang.

Bagaimana Safety Box BINMED dapat Membantu Anda

Safety Box BINMED menyediakan solusi pembuangan limbah medis tajam. BINMED dapat menampung jarum suntik pasca tindakan medis seperti vaksinasi dan lainnya sebelum dilakukan pembuangan limbah medis di incinerator. Jika fasilitas medis Anda saat ini berusaha untuk mengelola banyaknya limbah medis yang dihasilkan dari kegiatan vaksinasi atau kegiatan medis lainnya, sekaranglah saatnya untuk menghubungi kami. Tim kami dengan senang akan membantu menjawab apapun mengenai layanan yang kami tawarkan.

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published.